Makanan Pelancar ASi Untuk Ibu Menyusui

Mampu memberikan ASI yang optimal kepada anak-anak, terutama pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, tentu merupakan keinginan setiap ibu menyusui. Atas dasar ini, mungkin tidak beberapa ibu menyusui yang menanyakan tentang adanya berbagai jenis makanan yang bisa membantu menambah ASI. Apakah Anda ingin tahu tentang makanan menyusui apa yang dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui? Berikut ulasannya.

Berbagai makanan menyusui untuk ibu menyusui

Selain masalah payudara saat menyusui, asupan ASI juga tidak teratur, sering menjadi salah satu keluhan ibu. Sebagai solusinya, ibu menyusui mungkin tidak segan untuk mengkonsumsi berbagai ramuan atau obat yang diyakini dapat meningkatkan pasokan ASI.

Tetapi di atas semua itu, galactagog seperti fasilitator ASI juga dapat diperoleh dari sumber makanan. Galactagogues berasal dari bahasa Yunani “galacta” yang berarti susu.

Bagi Anda yang menyusui, sebenarnya tidak ada diet khusus untuk menambah jumlah ASI. Pada dasarnya, Anda dapat melipatgandakan diri untuk makan berbagai sumber makanan sehat, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda.

Termasuk sumber protein dari hewan dan tumbuhan, sumber lemak dan sayuran berkualitas baik dan buah segar sebagai sumber serat.

Selanjutnya, biji dan kacang-kacangan sebagai sumber karbohidrat, protein dan serat juga dapat membantu meningkatkan asupan susu.

Sekarang, untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar makanan untuk ASI yang dapat menjadi variasi dari sumber makanan harian Anda:

1. Kacang arab
manfaat kacang arab untuk kesehatan
Kacang kenari kaya akan beragam nutrisi untuk membantu Anda memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai ibu menyusui. Mulai dari 269 kalori, 45 gram karbohidrat, 15 gram protein, 13 gram serat, 4 gram lemak, dan tanpa kolesterol dalam 1 cangkir biji Arab.

Kacang arab memiliki nama lain: kacang buncis biasanya digunakan dalam campuran makanan di wilayah Timur Tengah. Selama bertahun-tahun, kacang Arab telah diiklankan sebagai makanan untuk memfasilitasi ASI.

Ini karena kandungan proteinnya yang tinggi, mampu berkontribusi dengan banyak estrogen disertai dengan adanya konten galactagogue. Tidak perlu khawatir, cara mengolah kacang arab tidak sulit.

Anda bisa menambahkannya sebagai campuran pasta dan salad sayuran dan buah. Menambahkan kacang jenis ini ke makanan favorit Anda juga bisa menjadi ide yang menarik.

2. Oatmeal
manfaat makan oatmeal
Makanan lain yang bisa menjadi ASI yang memfasilitasi oatmeal. Oatmeal adalah bagian dari beragam sereal bergizi untuk ibu menyusui dan bayinya.

Setiap kali Anda makan oatmeal, Anda akan mendapatkan jumlah serat, karbohidrat, vitamin, dan berbagai mineral lainnya. Kandungan mineral dalam mangkuk oatmeal termasuk fosfor, magnesium, mangan, tembaga, seng dan besi.

Alasan mengapa oatmeal adalah makanan yang memfasilitasi ASI adalah karena kaya akan kandungan zat besi. Alasannya adalah bahwa kadar zat besi yang rendah sebenarnya mempengaruhi produksi ASI.

Tidak hanya itu, oatmeal, juga dikenal sebagai makanan, dapat membuat tubuh terasa lebih nyaman dan tenang, juga dikenal sebagai makanan untuk kesehatan.

Mengkonsumsi makanan ini berpotensi membuat tubuh lebih rileks, sehingga bisa merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon oksitosin adalah salah satu hormon yang mendukung produksi susu.

Oatmeal biasanya merupakan makanan favorit saat sarapan di pagi hari. Namun, Anda juga bisa mengolah makanan ini sebagai camilan di antara waktu makan.

3. Bayam
manfaat bayam hijau
Banyak buah-buahan dan sayuran diyakini meningkatkan produksi ASI. Salah satunya adalah bayam, yang merupakan ciri khas warna hijau meskipun ada juga jenis bayam merah.

Bukan tanpa alasan, karena sayuran berdaun hijau gelap, termasuk bayam, kaya akan fitoestrogen yang baik sebagai makanan untuk memperlancar ASI. Konten ini mirip dengan kacang Arab.

Di sisi lain, bayam juga bermanfaat bagi mereka yang sedang pulih karena pendarahan postpartum. Alasannya karena bayam kaya akan zat besi, sehingga dapat membantu melancarkan pembentukan sel darah merah.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa antioksidan dalam bayam dapat menjaga kesehatan jantung karena kandungan kalori yang rendah.

Selain itu, Anda juga akan mendapatkan energi, karbohidrat, protein, serat dan berbagai vitamin dan mineral dari bayam.

Ini termasuk vitamin A, vitamin C, kalsium, asam folat, natrium, kalium, tembaga dan seng, yang tidak hanya baik untuk Anda, tetapi juga untuk pertumbuhan bayi Anda.

4. Biji wijen
diare yang memakan biji wijen
Dalam 100 gram biji wijen, mengandung sekitar 568 kalori, 19,3 gram protein, 51,1 gram lemak, 18,1 gram karbohidrat, 3,6 gram serat dan sejumlah vitamin dan mineral. Dimulai dengan vitamin B, vitamin C, kalsium, kalium, fosfor, zat besi, natrium dan lainnya.

Berkat berbagai nutrisi, dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan gizi harian Anda yang meningkat selama menyusui. Tak ketinggalan, biji wijen mengandung beberapa mineral kalsium, yang dapat memberikan efek baik untuk ASI.

Ini karena pemenuhan asupan kalsium juga memengaruhi kadar kalsium yang tinggi dalam ASI. Ya, kebutuhan kalsium terpenuhi dengan baik selama menyusui penting untuk menjaga kesehatan tulang dan bayi.

5. Katuk pergi
resep daun katuk
Popularitas daun katuk sebagai salah satu makanan untuk memfasilitasi menyusui tidak diragukan lagi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia menunjukkan hal ini.

Pernyataan dalam penelitian ini menyatakan bahwa kandungan galactagogue dalam daun katuk berperan penting dalam meningkatkan produksi susu. Selain itu, daun katuk juga mengandung steroid dan polifenol yang dapat membantu meningkatkan kadar hormon prolaktin.

Prolaktin adalah hormon yang dapat meningkatkan produksi ASI. Lebih jauh lagi, memberikan daun katuk kepada ibu menyusui juga dapat mempengaruhi kenaikan berat badan anak.

Berbagai kandungan nutrisi lain seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, dll, berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan bayi Anda.

Baca Juga :